Majelis Tafsir Bersama Prof. Dr. Syekh Muhamad Salim Abu Ashi, Angkat Tema Pembaruan Studi Al-Qur’an
PAJARAKAN, PROBOLINGGO — Pondok Pesantren Zainul Hasanain Genggong menyelenggarakan Majelis Tafsir bersama Prof. Dr. Syekh Muhamad Salim Abu Ashi, Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta mantan Direktur Pascasarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 13.00 WIB atau ba’da Zuhur tersebut mengangkat tema “Pembaruan dalam Bidang Tafsir dan Studi Al-Qur’an”. Majelis ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tradisi keilmuan Islam sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan kajian Al-Qur’an dan ilmu tafsir.
Kehadiran Prof. Dr. Syekh Muhamad Salim Abu Ashi memberikan kesempatan bagi lingkungan pesantren untuk mengenal lebih dekat pemikiran dan perkembangan kajian tafsir Al-Qur’an dari perspektif akademik. Dengan latar belakang keilmuan beliau, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkaya khazanah keilmuan Islam, khususnya dalam bidang tafsir dan studi Al-Qur’an.
Tema yang diangkat juga menegaskan pentingnya pembaruan dalam kajian Al-Qur’an. Pembaruan tersebut tidak berarti meninggalkan warisan keilmuan para ulama terdahulu, melainkan mengembangkan pemahaman dan metodologi kajian secara bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah keilmuan Islam.
Bagi pesantren, penguatan kajian tafsir memiliki arti penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya mampu membaca dan memahami teks-teks keislaman, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu, keluasan wawasan, serta ketelitian dalam memahami pesan dan kandungan Al-Qur’an.
Terselenggaranya Majelis Tafsir ini menjadi salah satu ikhtiar Pondok Pesantren Zainul Hasanain Genggong dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan pesantren. Melalui forum ilmiah semacam ini, pesantren diharapkan terus menjadi ruang bertemunya khazanah keilmuan klasik dan perkembangan pemikiran Islam kontemporer.
Dengan demikian, Majelis Tafsir tidak sekadar menjadi forum penyampaian ilmu, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat belajar, memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an, serta memperkuat komitmen dalam mengembangkan keilmuan Islam yang berlandaskan tradisi dan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pondok Pesantren Zainul Hasanain Genggong terus berupaya menghidupkan tradisi keilmuan sebagai bagian dari komitmen mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan memiliki wawasan keislaman yang luas.
