pp_zahanain

PP. Zainul Hasanain Genggong

Kontak

Jl. KH. Hasan Saifourridzal Karangbong Pajarakan Probolinggo
zahanain00@gmail.com
085333922244

Follow Us

DUA KALI HADIR DI ZAINUL HASANAIN, AS-SYAIKH MUHAMMAD ALI AL-AZHARI: “PONDOK INI SEPERTI RUMAH SENDIRI”

DUA KALI HADIR DI ZAINUL HASANAIN, AS-SYAIKH MUHAMMAD ALI AL-AZHARI: “PONDOK INI SEPERTI RUMAH SENDIRI”

GENGGONG,  Kehadiran seorang ulama bukan sekadar kunjungan, melainkan kesempatan untuk kembali menyambung mata rantai keilmuan dan merawat keberkahan ilmu. Suasana itulah yang menyelimuti Pondok Pesantren Zainul Hasanain saat kembali menerima kunjungan As-Syaikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari untuk kedua kalinya, dalam rangka mengisi Majelis Hadis di lingkungan pesantren.

Kedatangan beliau pada sore hari disambut hangat oleh para santri beserta keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasanain. Sambutan penuh keakraban tersebut menjadi awal dari pertemuan yang tidak hanya berorientasi pada pendalaman ilmu, tetapi juga mempererat hubungan antara ulama dan keluarga besar pesantren.

Memasuki malam hari, kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan selawat. Suasana religius mengiringi rangkaian acara sebelum dilanjutkan dengan sambutan atas nama pengasuh pondok yang disampaikan oleh Gus Muhammad Falih Abdul Ghani.

Dalam sambutannya, Gus Falih mengungkapkan bahwa pelaksanaan Majelis Hadis tersebut mengingatkannya pada pengalaman ketika mendalami ilmu hadis di Mesir. Kala itu, beliau mengikuti majelis yang diisi oleh Syekh Ahmad Umar Hasyim, sosok yang kemudian disebut oleh As-Syaikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari sebagai Amirul Mukminin fil Hadis, sebuah ungkapan penghormatan atas keluasan dan kedalaman ilmunya dalam bidang hadis.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa tradisi keilmuan Islam senantiasa terhubung melalui majelis-majelis ilmu, dari satu generasi ulama ke generasi berikutnya. Kehadiran As-Syaikh Muhammad Ali Al-Azhari di Zainul Hasanain pun menjadi kesempatan berharga bagi para santri untuk menyimak langsung kajian hadis dari seorang ulama.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh KH. Ihsanu Aunillah bersama As-Syaikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari. Penandatanganan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pertemuan kedua belah pihak.

Memasuki acara inti, sebelum memulai majelis, beliau terlebih dahulu mengirimkan Surah Al-Fatihah kepada KH. Moh. Hasan Abdel Bar sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan syukur atas terselenggaranya majelis tersebut di Pondok Pesantren Zainul Hasanain.

Dalam majelis itu, beliau membacakan sejumlah hadis yang diriwayatkan oleh Sayyid Ahmad Rifa'i dan terangkum dalam kitab Al-Arba'una Ar-Rifa'iyah. Para santri dan hadirin mengikuti kajian dengan penuh perhatian, menyimak setiap hadis yang dibacakan beserta penjelasan yang menyertainya.

Suasana majelis semakin hidup ketika memasuki sesi tanya jawab. Di sela-sela penjelasan, beliau sesekali melontarkan candaan yang mengundang keakraban di antara para peserta. Bagi beliau, kehangatan tersebut bukanlah sesuatu yang dibuat-buat. Beliau mengungkapkan bahwa dirinya bercanda karena telah menganggap Pondok Pesantren Zainul Hasanain seperti rumah sendiri, sementara para santri seakan-akan adalah saudara dan anak-anak beliau.

Pernyataan itu menghadirkan sisi lain dari sebuah majelis ilmu. Di balik kedalaman pembahasan hadis, tersimpan kedekatan emosional yang menjadikan proses belajar terasa lebih hangat dan bersahaja. Ilmu tidak hanya disampaikan melalui uraian dan penjelasan, tetapi juga melalui keteladanan dalam membangun hubungan dengan sesama.

Kunjungan kedua As-Syaikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari ini menjadi momen berharga bagi keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasanain. Lebih dari sekadar pertemuan, majelis tersebut menjadi ruang untuk memperdalam khazanah hadis, merawat tradisi keilmuan, dan mempererat ikatan antara ulama dengan para penuntut ilmu.

Malam itu, Zainul Hasanain bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya kajian hadis, melainkan juga ruang perjumpaan yang mempertemukan ilmu, adab, dan kehangatan kekeluargaan