pp_zahanain

PP. Zainul Hasanain Genggong

Kontak

Jl. KH. Hasan Saifourridzal Karangbong Pajarakan Probolinggo
zahanain00@gmail.com
085333922244

Follow Us

Sejarah Bulan Dzulhijjah dan Keteladanan Nabi Ibrahim serta Nabi Isma’il

Sejarah Bulan Dzulhijjah dan Keteladanan Nabi Ibrahim serta Nabi Isma’il

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam. Nama Dzulhijjah berarti “bulan haji” karena pada bulan inilah umat Islam melaksanakan ibadah haji di Makkah. Bulan ini juga menjadi penutup tahun Hijriah dan dipenuhi hari-hari istimewa seperti Arafah, Iduladha, dan hari Tasyrik.

Sejak zaman Arab dahulu, Dzulhijjah sudah dianggap sebagai bulan suci. Setelah Islam datang, kemuliaannya semakin ditegaskan melalui ajaran Rasulullah saw. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah karena pahala amal saleh dilipatgandakan. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah bahkan termasuk hari terbaik untuk beribadah, seperti puasa, sedekah, zikir, dan membaca Al-Qur’an.

Dzulhijjah juga tidak bisa dipisahkan dari kisah Nabi Ibrahim as. dan Nabi Isma’il as. Kisah mereka menjadi asal mula ibadah kurban yang dilakukan setiap Iduladha. Nabi Ibrahim adalah sosok yang sangat taat kepada Allah. Setelah lama menunggu keturunan, beliau akhirnya dikaruniai seorang putra bernama Isma’il.

Ketika Isma’il mulai tumbuh besar, Nabi Ibrahim mendapat ujian yang sangat berat. Dalam mimpinya, Allah memerintahkannya untuk menyembelih putranya sendiri. Meski berat, Nabi Ibrahim tetap taat karena yakin itu adalah perintah Allah.

Yang mengagumkan, Nabi Isma’il juga menerima perintah itu dengan sabar dan ikhlas. Ia meminta ayahnya menjalankan apa yang diperintahkan Allah. Saat Nabi Ibrahim hendak menyembelih Isma’il, Allah menggantinya dengan seekor kibas. Dari peristiwa inilah lahir syariat kurban dalam Islam.

Kisah ini mengajarkan bahwa cinta kepada Allah harus lebih besar dari apa pun. Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian kepada sesama. Daging kurban dibagikan kepada keluarga dan orang-orang yang membutuhkan agar kebahagiaan bisa dirasakan bersama.

Selain itu, Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il juga membangun Ka’bah sebagai tempat ibadah umat Islam. Dari sanalah sejarah haji dimulai hingga sekarang jutaan umat Islam datang ke Makkah setiap tahun untuk memenuhi panggilan Allah.

Bulan Dzulhijjah akhirnya mengajarkan banyak hal penting dalam hidup: iman, pengorbanan, kesabaran, dan kepedulian sosial. Dari Nabi Ibrahim kita belajar taat kepada Allah, sedangkan dari Nabi Isma’il kita belajar sabar dan ikhlas.

Karena itu, Dzulhijjah bukan hanya bulan perayaan, tetapi juga waktu untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah.

 

Penyusun : Tim Redaksi Web Zahanain

konseptor : ImronRosyadi