Wanita Terhebatku
Ada suatu hari,dimana Allah menciptakan manusia yang kelak akan menjadi malaikat tak besayap bagiku & saudara- saudaraku,yang nantinya akan menjadi seorang yang tangguh dalam menghadapi pahit dan perihnya dunia,seorang yang menjadi obat segala lara.Dialah “IBU’’,seorang wanita pertama yang aku cintai disaat aku baru terlahir dari rahimnya.Dia adalah wanita yang hebat & mulia,dia mendidik anak-anaknya dengan penuh cinta & juga kasih sayang yang luar biasa,yang kelak suatu saat menjadikan anak-anaknya berguna dimasa depan.Terimakasih Ya Allah,aku sangat bersyukur karena engkau telah menciptakan dan mentakdirkan sosok mulia itu untuk hadir dalam jiwa & ragaku.
Ibu...aku selalu ingat tanggal lahirmu,hari dimana Allah mentakdirkanmu untuk melihat dunia, di mana nenek berjuang dan betaung dengan nyawa nya untuk melahirkan dirimu ke dunia.
Tahun ke tahun telah belalu, kini engkau telah merasakan perihnya dunia, Tahun telah memakan umur mu, dan kini wajah yang indah tanpa ada nya jerawat itu pun telah di temani dengan kerutan, yang tidak akan pernah mengurangi cantik dan indah nya diri mu.Seiring berjalan nya waktu, aku semakin takut di kala kerutan di tubuhmu bertambah.Aku takut engkau semakin tua, aku takut jika suatu saat nanti allah telah merindu kan ruh mu, aku takut jika suatu hari nanti malaikat izrail datang menjemput ruh suci mu.
Sungguh aku takut ibu......Aku tidak ingin engkau meninggalkan ku.Aku ingin engkau terus hadir menemani hidup ku.Aku butuh ibu yang selalu menjadi penyemangat dalam hidup ku.Aku masih utuh bimbingan ibu.Aku butuh ibu untuk menuntunku.Aku juga butuh kehangatan mu. Sungguh ibu adalah sosok penting yang harus selalu ada di hidup ku. Aku akan merasakan kesepian jika engkau sudah tidak ada di dalam hidup ku.
Maaf kan aku ibu......
Aku belum bisa menjadi anak yang berbakti. Kini aku merasa jauh dari mu.Rindu belaian lembut tanganmu,aku dari sudut pesantren ini sangat tersiksa,sebab sangat berbeda hingga banyak yang merana karananya ,tentu bertemu adalah penawarnya.
Ya Allah....kabulkanlah permintaanku,panjangkanlah umurnya....karna bagiku,tidak ada kata yang mampu menerjemahkan cinta & kasihku padanya,aku ingin dia berada disampingku dalam kesuksesan masa depanku.......
Ibu.....jika kau tahu..lidahku susah & kelu untuk mengucapkan
Sesak jika tak di ucapkan,menjadi pilu jika aku tak mengatakannya.....bahwa Aku Rindu Ibu
Penulis: Arina Bunga Ramadhina
