pp_zahanain

PP. Zainul Hasanain Genggong

Kontak

Jl. KH. Hasan Saifourridzal Karangbong Pajarakan Probolinggo
zahanain00@gmail.com
085333922244

Follow Us

MERAIH PODIUM NASIONAL: Santri Pondok Pesantren Zainul Hasanain Meraih prestasi Juara III Se-Nasional

MERAIH PODIUM NASIONAL: Santri Pondok Pesantren Zainul Hasanain Meraih prestasi Juara III Se-Nasional

Jakarta, 9 November 2025 — Pondok Pesantren Zainul Hasanain Genggong kembali meneguhkan reputasinya sebagai kawah candradimuka bagi ulama masa depan. Prestasi membanggakan tersebut dipersembahkan oleh salah satu santri terbaiknya, Abdullah Muhammad Imam Al-Maliki, yang berhasil meraih Juara III dalam ajang bergengsi Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Se-Nasional.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) ini, digelar dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 2025. Selama dua hari, pada Sabtu dan Minggu, 8-9 November 2025, Abdullah Muhammad Imam Al-Maliki menunjukkan kecakapan spiritual dan intelektualnya di Gedung DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta Pusat.

Lomba MQK tersebut bukanlah sekadar menguji hafalan. Ajang ini menarik partisipasi ratusan santri terpilih dari berbagai provinsi dan pesantren di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 30 peserta semifinalis yang tersaring, yang kemudian bersaing sengit untuk memperebutkan enam posisi terbaik di babak final.

Setiap peserta diuji melalui serangkaian penilaian komprehensif yang meliputi penguasaan hafalan kitab-kitab induk, kemahiran dalam membaca dan menelaah kitab-kitab klasik (kitab kuning) karya ulama terdahulu, serta kecakapan analitis dalam merumuskan solusi atas problematika sosial-kemasyarakatan, khususnya yang berfokus pada dimensi Fiqh Siyasah (Hukum Tata Negara Islam).

Keberhasilan Abdullah Maliki meraih posisi ketiga menunjukkan bahwa santri Genggong tidak hanya menguasai teks klasik, tetapi juga cakap dalam mengaitkannya dengan isu-isu politik dan sosial kemasyarakatan hari ini.

Keputusan penetapan juara merupakan hasil kolektif yang matang, ditetapkan oleh tiga dewan juri yang dikenal kompeten dan memiliki otoritas keilmuan tinggi di dunia pesantren dan Nahdlatul Ulama. Para juri tersebut adalah:
1. KH. Zulfa Musthofa (Wakil Ketua Umum PBNU).
2. KH. Yusuf Chudlori (Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang).
3. Dr. Nyai Hj. Hindun Anisah (Pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, DIY).
Prestasi ini sekali lagi menjadi penegasan bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berpegang teguh pada tradisi keilmuan klasik, tetapi juga siap menjadi solusi atas tantangan modern.

 

"Penyusun : Tim Redaksi Web Zahanain"